SHARE

Informasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Dengan adanya informasi, manusia tahu apa yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Manusia yang ketinggalan informasi saat ini berarti ia kalah, sebab dengan mengetahui berbagai informasi manusia dapat menganalisa kemungkinan apa yang terjadi. Akan tetapi, tidak semua informasi yang diterima oleh manusia benar. Terkadang informasi simpang siur dan tidak jelas sumbernya. Jurnalis adalah salah satu penyebar informasi yang akurat, aktual, dan faktual.

Jurnalis bekerja dengan kode etik Jurnalistik dan mempertahankan idealismenya, maka informasi yang dikemah dalam sebuah berita baik dari media cetak maupun elektronik dapat dipercaya. Tak hanya menyebarkan berita, jurnalis melalui media massa memiliki peran dalam menghibur dan mendidik khalayak serta kontrol sosial. Jurnalis pun harus mampu menjadi watchdog atau anjing penjaga bagi pemerintah dan para pemegang kekuasaan, maka tak heran jika pers sebagai pilar ke-empat demokrasi.

Menjadi jurnalis tentunya tidak susah. Seseorang yang ingin menjadi jurnalis haruslah mengerti seluk beluk dunia jurnalistik dan mampu secara teoritis dan praktis. Oleh sebab itu kuliah di Program Studi (prodi) Jurnalistik merupakan satu-satunya cara tepat menjadi seorang jurnalis. Salah satu Universitas yang memiliki prodi Jurnalistik adalah Universitas Padjadjaran (Unpad). Jurnalistik di Unpad sudah ada sejak 18 September 1960 saat diresmikan Fakultas Ilmu Publisistik dan Jurnalistik.

Pada 1983 nama Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) resmi menjadi nama baru, mengantikan Fakultas Ilmu Publisistik dan Jurnalistik. Sedangkan nama Jurnalistik menjadi nama jurusan yang menjalankan fungsi kelembagaannya sebagai bagian dari prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom). Pada 7 Mei 2014 melalui SK Dirjen Dikti No. 72/E/O/2014 Jurnalistik resmi menjadi Program Studi. Artinya, bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi jurnalis dapat langsung memilih Jurnalistik tidak lagi memilih prodi Ilkom dahulu saat pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad diberi beban 143 satuan kredit semester (sks) selama 8 semester dengan 52 mata kuliah yang dibagi menjadi 3 bagian yakni pengetahuan Jurnalistik, pengetahuan penelitian, dan pengetahuan relevan lainnya. Pengetahuan Jurnalistik mencakup teknik reportase, wawancara cetak, wawancara elektronik, penulisan penulisan berita cetak, penulisan berita elektronik, reka bentuk media, feature elektronik, feature cetak, artikel, tajuk rencana, in depth reporting, jurnalisme televisi, jurnalisme radio, perbandingan sistem pers, serta hukum dan etika pers.

Adapun mata kuliah bagian pengetahuan penelitian adalah kapita selekta Jurnalistik, metode penelitian komunikasi, teori komunikasi, dan komunikasi massa. Sedangkan mata kuliah bagian pengetahuan relevan lainnya adalah teknik bicara efektif, komunikasi visual, fotografi, pengantar ilmu komunikasi, pengantar ilmu Jurnalistik, pengantar ilmu humas, pengantar ilmu manajemen komunikasi, bahasa Indonesia, bahasa Inggis, agama, kewarganegaraan, sosiolagi komunikasi, filsafat komunikasi, psikologi komunikasi, perkembangan teknologi komunikasi, komuniksai lintas budaya, komunikasi politik, komunikasi massa, komunikasi pembangunan dan perubahan sosial.

Selain disuguhi dengan berbagai teori, mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad dituntun ke lapangan untuk langsung mempratikan teori-teori yang sudah diajarkan di kelas. Mahasiswa dituntut membuat produk Jurnalistik untuk media cetak (koran dan majalah), elektronik (TV, dan Radio), maupun on line. Selain langsung ke lapangan, sistem belajar Jurnalistik Fikom Unpad juga sering dalam bentuk disksui, presntasi, analisis, dan focus group discussion mengenai isu-isu yang sedang hangat di perbincangkan di berbagai media massa.

Agar mampu menjalankan teori dan praktik yang dituntut oleh prodi Jurnalistik, mahasiswa harus memiliki beberapa sikap. Adapun sikap yang dimaksud adalah rasa ingin tahu yang besar. Berkrepibadian yang baik. Memiliki integritas yang baik, keberanian dan keteguhan hati, sehingga saat menjalankan tugasnya selalu memegang teguh prinsip-prinsip Jurnalistik yaitu selalu jujur, akurat, tidak berpihak dan independen. Memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi sosial, politik, serta kondisi alam. Memiliki pengetahuan dan kepekaan tentang nose of news, news value, dan news judgement.

Dengan demikian mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad mampu menghasilkan karya Jurnalistik dari tahap perencanaan, peliputan, pengolahan (writing and editing) , presentasi, dan evaluasi (termasuk Editorial skill), untuk media cetak, eleltronik ( TV dan Radio), serta media on line. Setelah mampu mengahasilkan berbagai karya Jurnalistik, mahasiswa juga dituntut untuk menirimkan karya tersebut dikirimkan ke media lokal maupun naisonal, agar karya tersebut dapat di konsumsi oleh khalayak yang membutuhkan.

Jurnalistik Fikom Unpad memiliki 27 tenaga pengajar aktif dalam mendidik dan membentuk calon jurnalis. Dosen tersebut berasal dari mantan wartawan yang sudah bertahun-tahun bergelut di dunia jurnalisme cetak, elektronik, dan online seperti Sahat Sahala Tua Saragih, Aceng Abdullah, Pandan Yudha Pramesti, Efi Fadhilah, Abie Besman (produser TV Kompas), , Achmad Abdullah Basith (pemimpin redaksi PR f) dan Rinda Aunilah Sirait (mantan wartawan Bisnis Indonesia). Dibidang teoritis dosen-dosen Jurnalistik Fikom Unpad Memiliki latar belakang S2 dan S3 ilmu komunikasi dan jurnalistik dari berbagai perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri seperti Prof. Deddy Mulyana, Ph. D. (Monash University-USA), Maimon Herawati, M. Litt (Aburtai Dundee Univ-UK), Dandi Supriadi MA (Swinburne Univ-Australia), Herlina Agustin (ITB), dan Dadang Rahmat Hidayat (Unpad).

Mahasiswa yang sudah dididik, setelah menyelesaikan semester 6 diwajidkan untuk melakukan magang satu kali di media cetak dan satu kali di media elektronik. Masing-masing magang dilakukan minimal 45 hari kerja. Mahasiswa mengajukan diri perorangan sendiri ke media massa baik lokal, nasional, maupun internasional untuk melakukan magang. Selama magang mahasiswa harus mempu idealisme, beretika, dan profesional dalam menghasilkan karya jurnalistik.

Adapun di antara lulusan Jurnalistik Fikom Unpad, Malik Sjafei angkatan 1978 adalah pendiri dan pemilik Group Prambors. Petty S Fatimah angkatan 1983 merupakan pemimpin redaksi majalah Femina. Salman Aristo angkatan 1994 yakni penulis naskah film (Ayat-ayat Cinta, Brownies, Alexandria, dll), Soleh Solihun angkatan 1997 merupakan wartawan, penulis, dan Stan Up Comedian, Feby Indriani angkatan 1997 merupakan wartawan dan penulis (Clara’s Medalm I can Hear, dll). Alumni Jurnalistik Fikom Unpad juga banyak menjadi dosen di Perguruan Tinggi seperti Siti Karlinah, Gumgum Gumilar, Ipit Zulfan.

Tak hanya menjadi jurnalis dan tenaga pengajar, beberapa lulusan Jurnalistik Fikom Unpad juga ada yang tergerak dalam gerakan sosial Indonesia mengajar, di antaranya Nisa Rachmatika angkatan 2005 menjadi Pengajar Muda di Kabupaten Meajene Sulawesi Barat 2010-2011. Fatia Qanitat angkatan 2005 menjadi Pengajar Muda di Kabupaten Bengkalis Riau 2010-2011. Noveri Maulana angkatan 2006 menjadi Pengajar Muda di Kabupaten Meajene Sulawesi Barat 2011-2012.

Menjadi jurnalis merupakan sebuah profesi yang tidak mudah namun bisa dilakukan. Jurnalis harus berpihak kepada masyarakat, menjadi sumber informasi, mendidik, menghibur, dan menjadi watchdog bagi para penguasa. Integritas yang tinggi, idealisme, profesionalisme, dan kode etik yang mencukupi akan diperoleh bila calon jurnalis menempuh pendidikan program studi Jurnalistik.

Sumber:
http://forlap.dikti.go.id/prodi/detail/MkFEQTg2NEMtNzMwMC00MTk2LTlCQTgtOEI4OEQ3REFCQTg0 diakses pada Senin (23-3-2014) pukul 9.00.
http://fikom.unpad.ac.id/fakultas/sarjana/departemen/ilmu-Jurnalistik/ diakses pada Senin (23-3-2014) pukul 9.00.
http://fikom.unpad.ac.id/mulai-disosialisasikan-empat-prodi-baru-di-fikom-unpad/ diakses pada Senin (23-3-2014) pukul 9.00.

Maizal Walfajri

SHARE

2 COMMENTS

  1. Setahu saya di jurusan jurnalistik sebelum menjadi prodi tidak ada mata kuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi. Adanya mata kuliah Perkembangan Media Baru

LEAVE A REPLY