SHARE
(dok. pengurus)
(dok. pengurus)

Oleh Retno Nurul Aisyah, Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad

Peristiwa gerhana matahari yang terjadi kemarin (9/3) disambut dengan pelaksanaan sholat kusuf oleh mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad). Sekitar pukul 6.00, Mesjid Raya Unpad (MRU) sudah dipadati oleh jamaah dari mahasiswa maupun masyarakat setempat. Sholat dilaksanakan pukul 7.00 dipimpin oleh Kepala UPT Pengelolaan MRU Hadiyanto A. Rachim.

Pelaksanaan sholat kusuf ini disambut baik oleh mahasiswa dan juga masyarakat sekitar. Ini terlihat dari membludaknya jamaah yang datang ke masjid. “Ini di luar ekspektasi kami. Kami memperkirakan banyak jamaah hanya sebatas ruang utama, lantai dua dan tiga penuh terisi. Nyatanya, membludak hingga basement dan teras mesjid.” terang Pengurus MRU Bidang Media dan Informasi Oriza Maula Abbas.

“Kami sangat senang melihat tingginya antusiasme ini. Meski kurangnya persiapan dan kaget karena jamaah yang membludak tapi semangat kami tak surut untuk melaksanakan sholat kusuf berjamaah ini.” Jelas Oriza lagi.

Tak hanya pengurus, jamaah pun merasa terkesan dengan sholat kusuf kemarin.

Rame banget, soalnya tanggal merah juga dan mahasiswa banyak nggak pulang. Apalagi sholat kusuf nggak tiap hari dan hanya dalam momen gerhana ini. Tadinya, sempat bingung juga mau sholat karena rame.” tutur salah satu mahasiswi jurusan Sastra Indonesia Unpad Chintia Frastica.

Sebelum pelaksanaan sholat Hadiyanto sebagai imam sekaligus khatib, terlebih dahulu memberi pengarahan tata cara sholat kusuf pada jamaah. Selesai pengarahan, imam langsung memberi isyarat dengan mengucapkan “Assholatu Jamiah” sebagai tanda sholat kusuf akan dimulai.

Selesai pelaksanaan sholat, dilanjutkan dengan khotbah selama kurang lebih setengah jam. Dalam khotbahnya Hadiyanto mengajak kaum muslimin untuk menjadikan momen ini sebagai ajang mengingat kebesaran Allah.

“Jadikanlah momen yang langka ini untuk kembali mengingat kebesaran Allah. Betapa besar kekuasaan-Nya sehingga terjadi peristiwa alam yang amat luar biasa ini. Perbanyaklah zikir dan ibadah sebagai rasa berserah diri kita pada-Nya,” ucap Hadiyanto yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unpad.

Harapan senada juga disampaikan oleh Oriza selaku pengurus MRU. “Mudah-mudahan dengan adanya peristiwa ini, menyadarkan manusia untuk selalu bertaqwa pada Allah karena peristiwa ini termasuk satu dari tanda kebesaran Allah. Dan semoga peristiwa ini menjadikan kaum muslimin Unpad lebih dekat dengan mesjid.

Berita ini terbit di rubrik Kampus Harian Umum Pikiran Rakyat pada Kamis, 17 Maret 2016

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY