SHARE
Penampilan Tari Kembang Tarub. Tari Kembang Tarub merupakan tari kreasi yang menceritakan tentang gadis remaja yang beranjak dewasa. (Bawah) Para pemain drama musikal berjudul “Mirah Jawara dari Marunda” melakukan tarian di penghujung acara. Keduanya ditampilkan pada Pagelaran Seni dan Budaya Betawie 2016, di Aula Fakultas Ilmu Terapan, Telkom University, Bandung, Sabtu (2/4/2016).
Penampilan Tari Kembang Tarub. Tari Kembang Tarub merupakan tari kreasi yang menceritakan tentang gadis remaja yang beranjak dewasa. (Bawah) Para pemain drama musikal berjudul “Mirah Jawara dari Marunda” melakukan tarian di penghujung acara. Keduanya ditampilkan pada Pagelaran Seni dan Budaya Betawie 2016, di Aula Fakultas Ilmu Terapan, Telkom University, Bandung, Sabtu (2/4/2016).

Oleh Muhammad Iqbal, Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad

Mahasiswa Telkom University Bandung yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Betawie menyelenggarakan “Pagelaran Seni dan Budaya Betawi 2016” untuk yang pertama kalinya (2/4/2016). Mengusung tema “Kampoeng Maen Betawie” pengunjung diharapkan merasakan sensasi seperti berada di kampung Betawi.

“Ini adalah acara pagelaran pertama yang kami adakan, dekorasi sengaja kami buat seperti berada di kampung Betawi dan membuat pengunjung merasakan nuansa betawinya,“ ujar Deasy (20) , Ketua Pelakasna Pagelaran Seni dan Budaya Betawi 2016.

Tujuan diadakannya pagelaran ini adalah untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Betawi, “Sebagai UKM Betawi kami berharap semoga bisa melestarikan budaya Betawi di Telkom University dan wilayah Bandung,” tambah Deasy yang kagum dengan budaya Betawi, tapi ternyata berasal dari Tangerang bukan dari Jakarta (Betawi).

Pagelaran yang diadakan di Aula Fakultas Ilmu Terapan, Telkom University Bandung ini menyuguhkan penampilan-penampilan khas Betawi, seperti tari-tarian, lenong, video seputar budaya Betawi dan drama musikal yang juga kental dengan budaya Betawi.

Tarian yang ditampilkan dalam pagelaran ini ada Tari Lenggang Nyai, Tari Nandak Ganjen, dan Tari Kreasi Kembang Tarub. Kemudian, ada sandiwara yang bercerita tentang kisah cinta, berjudul Romli dan Juleha yang dibawakan oleh kelompok Topeng Blantek.. Lalu, sebagai puncak acara, UKM Betawie menampilkan drama musikal berjudul “Mirah Jawara dari Marunda”. Pada pementasan sandiwara dan drama musikal terdapat unsur bela diri silat yang mendukung pementasan itu.

“Kami senang dan bangga bisa tampil di pagelaran ini. Sebelum tampil kami masih merasa tegang karena kami ingin menampilkan yang terbaik, karena tidak mau menyianyiakan hasil latihan selama 2 bulan,” kata Rahma dan Dewi, penampil tarian Lenggang Nyai yang mengaku cukup kesulitan ketika latihan.

Acara pagelaran ini ramai dikunjungi oleh para mahasiswa, salah satunya adalah Raisa yang mengatakan, “Acaranya seru dan luar biasa, saya jadi tahu tentang budaya Betawi mulai dari tariannya, makanannya, dan tradisinya. Saya juga tertarik untuk ikut UKM Betawi tahun ini,” ungkap Raisa, Mahasiswi Telkom University, Bandung.

Berita ini terbit di rubrik Kampus Harian Umum Pikiran Rakyat pada Kamis, 7 April 2016

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY