SHARE
Mahasiswa menyuarakan pendapatnya dalam audiensi yang dilakukan di Bale Rucita Unpad, Senin (20/3). Foto oleh: Achmad N. Jatnika
Mahasiswa menyuarakan pendapatnya dalam audiensi yang dilakukan di Bale Rucita Unpad, Senin (20/3). Foto oleh: Achmad N. Jatnika

Oleh Adi M. Fachrezi

Upaya audiensi antara mahasiswa dengan pihak rektorat terkait pengelolaan Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIAT) tidak menunjukkan hasil yang memuaskan bagi para mahasiswa. Meskipun telah disepakatinya nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Novri Firmansyah, Ketua BEM Kema Unpad dan Irvan Afriandi, Direktur Perencanaan dan Sistem Informasi, pertemuan tersebut tidak memberikan apa yang diinginkan sebagian besar mahasiswa.

Pada pertemuan yang dilaksanakan di Bale Rucita, Senin (20/3) lalu, ada enam kesepakatan yang telah dibuat, diantaranya: Menyepakati hasil evaluasi program SIAT yang sudah dilaksanakan; Deadline verifikasi program kegiatan mahasiswa adalah 25 Maret 2017; Pencairan dana kemahasiswaan minimal diajukan tiga (3) hari sebelum pelaksanaan kegiatan; Pencairan dana terhitung Januari sampai 31 Maret 2017 menggunakan sistem manual. Kegiatan yang menggunakan dana pribadi akan diganti dengan catatan sudah diverifikasi manajer kemahasiswaan; Direktorat perencanaan menerima evaluasi dalam satu bulan ke depan lewat forum terbuka; dan SOP tertulis akan diberikan oleh pihak Direktorat Kemahasiswaan pada 30 Maret mendatang.

Menanggapi kesepakatan itu, Ketua BEM Fikom, Nadia Febriani yang turut hadir dalam audiensi mengatakan, pihaknya mengaku kecewa atas kesepakatan tersebut karena tidak memenuhi semua tuntutan mahasiswa. Menurutnya, pihak rektorat telah menuntut mahasiswa mengikuti sistem pusat dalam pengelolaan dana kemahasiswaan sedangkan sistem tersebut belum siap untuk digunakan.

“Selama sebulan semenjak SIAT ini berjalan, kami terkatung-katung dan tidak mendapatkan kejelasan,” ucap Nadia. Meski demikian, pihaknya akan menunggu terlebih dahulu bagaimana sistem ini berjalan selama sebulan ke depan setelah audiensi, sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani.

Permasalahan penerapan SIAT muncul ketika mandeknya pencairan dana oleh pihak rektorat untuk membantu pelaksanaan kegiatan mahasiswa. Sejak diberlakukannya SIAT pada Februari lalu, dana yang diajukan mahasiswa belum diberikan oleh pihak rektorat. Alhasil, ada beberapa kegiatan kemahasiswaan yang dilaksanakan menggunakan dana patungan anggotanya.

Selain permasalahan lambatnya dana yang dikeluarkan, mahasiswa pun menuntut pihak rektorat memberikan bantuan dalam bentuk dana. Mereka menilai bantuan berupa penyediaan barang tidaklah efisien dan dapat menimbulkan masalah baru. Pada praktiknya pun, penyediaan barang oleh pihak rektorat tidak sesuai apa yang diharapkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY