SHARE
IMG_0386
Seminar Ubud Writers & Readers Festival diadakan di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Rabu(1/11). Acara bertajuk “Origins” ini dihadiri langsung oleh penulis Jock Serong (tengah) dan Erma dari LO UWRF (kiri). Foto oleh: Rifqi Cantona.

Oleh Syifa Nuri K.

Ada yang pernah mendengar tentang Ubud Writers and Readers Festival (UWRF)? Festival tahunan yang setiap tahunnya dilaksanakan di Ubud, Bali ini adalah salah satu festival milik para penulis dan pembaca internasional. Baik penulis buku maupun pembaca bisa berpartisipasi dan saling bertukar pikiran tentang penulisan cerita. Tahun ini UWRF punya agenda tambahan. Selain menggelar event utama di Ubud, Bali, mereka juga mengadakan Satellite Event UWRF di dua kota yang berbeda: Surabaya dan Bandung.

Kali ini, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad berkesempatan menjadi tuan rumah Satellite Event yang dilaksanakan di Bandung, Rabu (1 November). Satellite Event yang mengangkat tema “Origins” ini dilaksanakan di Auditorium Fikom Unpad. Kegiatan ini mendatangkan dua narasumber istimewa, yaitu Erma dari LO UWRF dan Jock Serong, seorang penulis buku best seller yang juga menjadi pengisi acara dari event utama UWRF di Ubud, akhir Oktober lalu.

Jock Serong yang baru saja menerbitkan bukunya yang berjudul On The Java Ridge, banyak bercerita tentang buku barunya dan memberikan tips untuk menjadi penulis yang baik. Buku terbarunya sendiri bercerita tentang berbagai isu politik, kegiatan berselancar, dan para pencari swaka. Buku ini menjadi istimewa karena mengambil latar di Indonesia, tepatnya di Jawa.

Bagi Jock Serong yang sudah berkecimpung di dunia penulisan sejak bertahun-tahun silam, untuk menjadi penulis memang selalu mempunyai banyak hambatan. Namun, selalu ada cara untuk bisa mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Salah satu yang utama adalah jangan berpikir terlalu besar. Seorang penulis harus memulai segalanya dari hal kecil, lalu menemukan pola atau benang merah dari semuanya dan berusaha untuk menyatukannya menjadi sebuah cerita utuh yang menarik.

Menulis sebuah buku utuh akan sangat sulit jika pikiran kita terlalu luas. Jock Serong sering memulai penulisan sebuah buku dengan menulis banyak cerita pendek lalu menemukan pola dari semuanya dan menyambungkan mereka menjadi satu kesatuan.

Selain jangan berpikir terlalu besar, kita juga harus terbiasa menangkap ide kapan pun dan di mana pun. Seringkali ide datang tanpa diduga-duga. Ketika ide datang, usahakan untuk selalu menangkap mereka semua, tulis atau simpan dalam telepon genggam, dan kembangkan untuk nanti.

Saat menulis, terkadang kita mengalami writer’s block, yaitu suatu keadaan di mana kita tidak bisa menemukan satu pun ide. Saat itulah kita bisa memanfaatkan ide yang sudah kita catat sebelumnya. Selain itu, lakukan semua editing, fact checking, dari apa yang sudah ditulis sehingga writer’s block tidak menjadi sebuah alasan untuk tidak menulis.

Tema buku yang diangkat Jock Serong seringkali adalah tema-tema yang serius. Seringkali tema yang serius tidak bisa mempunyai penggemar yang banyak karena dianggap membosankan. “Be brief and direct to make a book not boring,” ujar Jock. Menulis buku yang jelas dan langsung ke intinya, bisa mengurangi kebosanan pembaca dalam membaca buku yang berat.

Tapi pengangkatan tema tertentu kadang mendorong orang untuk memberi banyak kritikan yang kadang tajam. Hal ini tidak bisa dihindari. Karena menurut Jock, mencari feedback sangat penting untuk menjadi pelajaran dalam menulis buku. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan feedback membangun adalah dengan bergabung dengan klub penulis, meminta saran dari teman yang merupakan penulis, atau bergabung dan datang di acara-acara sejenis UWRF ini.

Selain memberikan panggung untuk para penulis dan pembaca untuk bisa saling bertemu dan bertukar pikiran, UWRF pun memberikan kesempatan pada mereka untuk saling memberi kritikan dan pelajaran. Apalagi bagi para penulis baru yang sedang berusaha untuk melahirkan karya terbaiknya tapi masih terganjal kurangnya kesempatan.

Pada Desember nanti, akan dibuka pendaftaran “Emerging Writers”. Kegiatan ini merupakan bagian dari UWRF yang akan memberikan kesempatan untuk penulis baru yang ingin berpartisipasi di UWRF. UWRF akan memilih beberapa penulis setiap tahunnya untuk kemudian diambil karyanya, dibuatkan antologi, dan mengundang penulis tersebut untuk hadir di event UWRF.

“Selain diundang, penulis yang terpilih juga akan dibuatkan antologi bersama penulis lain. Karyanya tersebut akan dibagikan pada pengisi dan peserta acara. Jadi karyanya enggak hanya ada di Indonesia tapi seluruh dunia. Selain itu juga kita kerja sama dengan radio ABC Australia untuk membacakan cerita-cerita yang ada dalam antologi tersebut secara mingguan di radio mereka,” ujar Erma dari UWRF.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY